Senin, 28 November 2016

Mengiklankan Situs Bisnis Anda

Mengiklankan Situs Bisnis Anda



Memiliki sebuah usaha kecil dan memperkenalkannya pada khalayak ramai merupakan sebuah tantangan yang berat. Bayangkan seberapa banyaknya selebaran, berita dari mulut ke mulut, atau email promosi yang diperlukan untuk memberitahukan bahwa usaha Anda ada dan menunggu datangnya pelanggan.

Namun, di era digital saat ini, banyak orang beralih dari metode beriklan konvensional yang membutuhkan banyak tenaga, waktu dan uang. Mereka lebih memilih cara yang praktis: membuat sebuah situs.

Membuat situs, tidak seperti beberapa tahun yang lalu, relatif lebih mudah dan sederhana bahkan ironisnya lebih mudah jika dibandingkan usaha menarik pengunjung ke situs tersebut. Bahkan pahitnya, orang-orang tidak akan menemukan situs usaha kecil Anda. Untuk itulah Anda harus beriklan. Kuasai cara-cara agar situs Anda karena itu juga penting seperti keahlian atau ketrampilan yang Anda ‘jual’. Dan jika tak seorang pun mengenali Anda, keahlian Anda tidak akan digunakan dengan baik.

Bila Anda sudah hampir putus asa dalam memperkenalkan situs usaha kecil Anda, tak ada salahnya mencoba langkah-langkah sederhana namun jitu berikut ini:

Tentukan rencana beriklan berdasar anggaran

Setelah Anda mengetahui seberapa banyak anggaran yang bisa dibelanjakan untuk beriklan, Anda dapat mulai untuk menyusun rencana yang sesuai dengan situasi dan kondisi usaha Anda. Anda bisa berfokus pada pilihan-pilihan yang terjangkau daripada diributkan dengan pilihan-pilihan yang tidak terjangkau.

Pelajari beberapa pilihan iklan gratis

Siapa yang tidak tergiur dengan tawaran beriklan gratis? Meskipun Anda memang harus terus membelanjakan anggaran untuk bisa menghasilkan lebih banyak keuntungan, cobalah untuk mendistribusikan uang ke sektor lain. Pertimbangkan untuk menulis artikel untuk sebuah publikasi dalam bidang Anda sebagai ganti promosi situs Anda. Pelajari bagaimana cara mengoptimalkan mesin pencari selama waktu senggang. Bergabunglah dengan sebuah komunitas online di bidang Anda dan jadilah seorang anggota yang disegani sehingga orang lain akan dengan sukarela mendukung Anda. Hadiri acara-acara yang memungkinkan Anda untuk membangun jaringan dan temui pemilik usaha kecil lainnya. Manfaatkan dengan maksimal situs jejaring sosial seperti Facebook dan YouTube.

Tentukan pilihan iklan berbayar yang sesuai

Sementara Anda bekerja memanfaatkan metode beriklan gratis, Anda juga bisa mulai menentukan pilihan iklan berbayar mana yang sesuai dengan selera dan anggaran Anda. Saat beriklan dalam suatu situs, merupakan sebuah ide yang baik untuk mencari pilihan-pilihan beriklan online yang lainnya. Carilah peluang untuk beriklan di newsletter dan e-zine (electronic magazine) yang berhubungan dengan industri Anda. Temukan media menuju situs yang ramai dikunjungi banyak orang untuk tempat beriklan Anda. Pertimbangkan untuk masuk dalam daftar yang disponsori dalam sejumlah mesin pencari sehingga akan ada lebih banyak pengguna mesin pencari yang tahu keberadaan usaha Anda. Anda bisa juga mencari peluang offline seperti pensponsoran acara setempat, yang juga dikenal sebagai iklan pay-per-click dan iklan publikasi ceruk bisnis tertentu yang sesuai dan relevan.

Sebarkan kabar

Setiap orang yang Anda tahu harus mengetahui tentang situs Anda. Sebaiknya sebarkan dengan sikap wajar, jangan terlalu terang-terangan atau terlalu malu. Beritahukan pada orang mengenai situs Anda tanpa mencoba untuk memberi kesan yang mencolok. Masukkan tautan situs Anda sebagai tandatangan dalam setiap email yang Anda kirimkan. Pertimbangkan untuk membuat pakaian yang memperlihatkan logo atau alamat situs Anda. (sumber)


Baca Tips Penjualan dan Pemasaran Lainnya di Ayopreneur.com

Kamis, 24 November 2016

Cara Menentukan Strategi Pemasaran Internet

Cara Menentukan Strategi Pemasaran Internet



Sulit untuk menemukan sebuah bisnis yang bisa maju dan berkembang tanpa bantuan dunia maya saat ini. Sebagian besar pelaku industri menyadari betul bahwa partisipasi dan representasi dalam dunia maya adalah hal yang mutlak jika tidak ingin tertinggal dari pesaing lainnya.

Untuk itulah, kita harus mengetahui beberapa unsur vital dalam melakukan pemasaran di dunia maya. Yang dimaksud dengan tiga unsur tersebut, menurut Susan Sweeney dan Randall Craig dalam “Social Media for Business”, adalah:
1. Tujuan Anda
2. Pasar yang Anda bidik
3. Produk dan jasa yang Anda tawarkan

Tidak ada sebuah pola atau resep jitu yang cocok dan 100% efektif untuk diterapkan di semua jenis usaha. Karena itulah Anda sendiri harus mau mengevaluasi apa saja tujuan, sasaran pasar dan produk serta jasa yang ditawarkan sehingga akan diketahui formula penggunaan jejaring sosial mana yang paling sesuai dan efektif untuk bisnis yang Anda jalankan.

Bingung bagaimana memulainya? Ambil kertas lalu catatlah semua tujuan, pasar yang dibidik, dan produk serta jasa yang Anda miliki. Usahakan untuk merincinya, jangan hanya mencatat secara umum. Dengan memberikan perincian yang spesifik, akan lebih mudah bagi Anda untuk menentukan jenis teknik pemasaran Internet  yang paling sesuai untuk bisnis Anda.

Tujuan-tujuan tersebut misalnya:
* Menempatkan merek Anda di level yang lebih tinggi
* Meningkatkan jumlah pengunjung ke situs
* Mendorong angka penjualan saat masa lesu

Beberapa contoh pasar yang bisa dijadikan sasaran ialah (misalnya untuk bisnis pakaian jadi):
* Para lanjut usia
* Kaum paruh baya
* Kalangan dewasa muda
* Para remaja
* Anak-anak

Setelah itu, daftar semua produk dan jasa yang Anda miliki. Kemudian amati pilihan pemasaran via web manakah yang cocok. Pilihan tersebut dapat berupa pilihan pemasaran online yang konvensional seperti email berisi penawaran ke pelanggan potensial atau situs layanan jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, MySpace, LinkedIn, Orkut, Foursquare, atau Koprol. Tentukan salah satu atau beberapa opsi yang Anda pandang paling mudah, paling cepat, dan paling hemat. (sumber)


Baca Tips Penjualan Dan Pemasaran Lainnya

Senin, 21 November 2016

Semakin Dikenal dengan Iklan Bergerak

Semakin Dikenal dengan Iklan Bergerak




Membuat iklan yang efektif adalah salah satu cara untuk mempromosikan produk Anda dengan sukses. iklan adalah titik pertama Anda untuk bersentuhan dengan calon konsumen potensial. Karena itulah iklan harus dibuat sebaik mungkin sehingga target yang Anda patok dapat tercapai.

Saat ini ada banyak media periklanan yang dapat Anda gunakan untuk mengiklankan produk Anda. Jangan hanya terpaku pada media koran, majalah, radio, televisi, dan billboard saja. Inti dari beriklan adalah supaya semakin banyak orang mengenal produk Anda. Nah, media yang bergerak tentunya tepat dengan tujuan tersebut. Semakin banyak iklan Anda berada di tempat umum, akan semakin banyak yang melihatnya.

Di daerah perkotaan, mobil dapat menjadi media beriklan yang efektif. Saat ini sudah banyak produsen berbagai produk mengiklankan produknya di bus-bus kota, mobil, sepeda motor, truk, atau angkutan kota.

Ada mobil yang memang khusus dipakai untuk beriklan. Pada mobil ini terdapat layar lebar untuk menampilkan iklan. Iklan yang ditampilkan ada yang berupa foto, slide gambar, sampai video. Biasanya mobil tersebut memasang nomor telepon yang dapat dihubungi jika Anda ingin memasang iklan produk pada mobil tersebut. Mobil ini akan berkeliling di jalan-jalan utama, atau dapat juga dipesan untuk stand by di tempat-tempat tertentu.

Selain itu Anda juga dapat memasang iklan di kendaraan umum, misalnya di bus kota maupun angkutan perkotaan (baca: angkot). Cara beriklan seperti ini sudah lazim di perkotaan. Namun ada cara lain yang lebih sederhana, yaitu dengan menempel banner stiker di kendaraan operasional perusahaan.

Lalu kenapa iklan mobile ini semakin populer?

Dengan makin tingginya persaingan produk usaha, berbagai macam kreativitas baru dibutuhkan untuk menerobos kebiasaan-kebiasaan lama. Mata masyarakat akan lebih terstimulasi dengan hal-hal baru yang kreatif. Kendaraan menjadi salah satu alternatifnya. Jalanan Ibu Kota kini diramaikan oleh banyaknya iklan berjalan. Selain itu beberapa studi di Amerika Serikat menyebutkan bahwa memasang iklan di mobil memang terbilang efektif. Arbitron Inc., sebuah perusahaan riset pemasaran, menyebutkan dalam laporannya bahwa setiap iklan yang dipasang di mobil berjalan memiliki kemungkinan dilihat orang hingga 30.000–70.000 kali dalam sehari. (sumber)


Baca Tips Penjualan dan Pemasaran Lainnya

Kamis, 17 November 2016

Trik Kenalkan Produk Baru

Trik Kenalkan Produk Baru



Peluang pasar di Indonesia terbuka lebar asalkan produk yang ditawarkan orisinal dan belum ada sebelumnya. Trik ini yang menjadi salah satu kunci keberhasilan bisnis.

Tentunya Anda memerlukan membuat sesuatu yang berbeda dan belum pernah ada sebelumnya. Cara tersebut menjadi kunci keberhasilan produk untuk diterima pasar. Tentu saja sejumlah faktor lain juga turut menentukan bagaimana produk lokal dengan merek baru bisa diterima pasar, seperti:

* Berani mengambil risiko
Risiko menjadi faktor yang ditempatkan paling depan dalam memulai bisnis. Nana menerapkan hal ini dalam menjalani usahanya. Membawa 50 item lapTopper dalam pameran di Singapura, dengan harapan pasar menyukai produk baru ini, memberikan hasil yang tak terduga sebelumnya. Meski begitu, harus tetap mengedepankan risiko, dan siap menerima jika ternyata produk tak menarik minat pasar. Nyatanya, orisinalitas dan kesiapan atas risiko justru membuat produk semakin laris dan mendapat pelanggan tetap dari satu kali pameran ini.

* Intensitas waktu
Merintis bisnis dengan produk baru dikenal pasar butuh perhatian khusus. Perlu satu tahun untuk memperkenalkan produk. Orisinalitas dan kemampuan pebisnis menangkap kebutuhan dan peluang pasar memang memegang peranan, hingga akhirnya permintaan lapTopper semakin tinggi. Kapasitas produksi pun bisa mencapai 2.000 item. Konsisten pada bisnis dari segi waktu dan komitmen menentukan keberhasilan bisnis.

* Fokus pada bisnis yang sedang dibangun
Keterlibatan langsung pemilik dalam membangun bisnis menjadi kunci penting. Pemilik harus fokus penuh, mulai dari pengenalan produk, menjual langsung di setiap pameran, hingga pada pengembangan produk kepada konsumen lebih besar, personal, maupun korporasi. Karyawan tetap dibutuhkan dalam kaitannya dengan produksi dan proses pengiriman barang. Namun terkait dengan manajemen bisnis, keuangan dan produk, pemilik perlu terjun langsung pada tahap pengembangan awal bisnis.

* Aktif berpromosi
Mengikuti berbagai ajang promosi, seperti pameran atau bentuk kerjasama lainnya, sangat menunjang keberhasilan produk menjaring pasar. Pebisnis perlu mengambil risiko, meski dibutuhkan biaya tak sedikit untuk promosi. Nilai lebih dari produk orisinal adalah daya jual yang tinggi. Biaya tinggi yang dikeluarkan untuk promosi ke luar negeri, misalkan, adalah risiko yang harus ditempuh. Yakini bahwa produk dibutuhkan konsumen, dan mampu menarik minat pasar.

* Membangun kepercayaan dengan pelanggan
Kepercayaan konsumen muncul dari bagaimana cara pebisnis membangun relasi. Hal utamanya terletak pada kepuasan atas produk tersebut, dan pelayanan dari pemilik usaha. Nana meyakini, pengiriman tepat waktu, dan pemilik selalu siap merespons permintaan kapan pun, menjadi kunci penting membangun kepercayaan. Pebisnis juga perlu memahami apa yang diinginkan pelanggan. Komunikasi yang baik juga menentukan bagaimana kepercayaan terbangun dengan relasi bisnis. (sumber)


Baca Tips Penjualan Dan Pemasaran Lainnya

Selasa, 15 November 2016

Mempertahankan Eksistensi Brand

Mempertahankan Eksistensi Brand


Saat ini, Anda telah memiliki sebuah diferensiasi. Namun, bagaimana mempertahankan eksistensi brand Anda di tengah pasar yang pesat? Tren menjadi berkembang dan berubah pesat, saling memengaruhi, dan membuka berbagai wawasan baru menyebabkan publik semakin pintar dan kritis di dalam memilah-milah apa yang sesuai dengan personalitas dirinya.

Menanggapi perubahan ini,banyak perusahaan yang secara tanggap menyesuaikan janji-janji brand mereka agar tetap sesuai dengan apa yang diinginkan generasi pada saat ini. Di samping juga mempersiapkan eksistensi brand mereka untuk pangsa pasar di generasi mendatang. Inilah yang dimaksud dengan menciptakan diferensiasi yang tidak menjadi sebuah perangkap seperti yang dibahas sebelumnya.

Apapun yang diformulasikan hendaknya menjadi sebuah titik referensi yang mampu memberikan arah, fokus pengembangan bisnis, dan juga sikap yang penuh tanggap terhadap perubahan.Ingatlah bahwa perubahan adalah elemen yang kekal. Tidak ada yang dapat menahan laju dinamika perubahan. Dan sebagai pelaku bisnis, tidaklah bijaksana, jika kita memalingkan muka. Di dalam berbagai kesempatan, seringkali saya ibaratkan dinamika ini dengan perkembangan telepon.

Masa di mana membuka wartel (warung telekomunikasi) menjadi sebuah bisnis yang sangat menggiurkan. Tren tersebut mulai digantikan dengan masa telepon genggam, hingga kini smartphone yang sudah menggantikan fungsi komputer jinjing maupun entertainment system. Bahkan internet sudah dapat diakses di mana-mana dengan kecepatan tinggi dan tarif yang bersaing.

Pertanyaan saya adalah, seberapa seringkah kini kita menggunakan telepon di rumah atau kantor kita? Semuanya terjadi dalam waktu sekitar kurang lebih 20 tahun, pikirkan seberapa banyak perubahan yang telah terjadi dalam waktu yang cenderung singkat tersebut. Kini Anda memiliki gambaran tentang bagaimana kreativitas dan inovasi yang didorong oleh ketatnya kompetisi terus menciptakan tuntutan pasar baru.

Dalam hubungannya dengan brand-brand tertentu mungkin akan terasa sulit untuk terus menelurkan sesuatu yang baru secara terus menerus dan konsisten,namun bukanlah artinya brand tersebut harus bersikap pasrah. Adapun yang bisa dilakukan adalah menganalisa kembali strategi komunikasi Anda, dan melakukan inovasi dari hal-hal yang sifatnya taktikal. Dengan demikian, brand tersebut terus berdinamika dengan level perubahan yang berbeda, dan dapat mempertahankan tingkat relevansinya dengan target pasar yang dituju.

Pada akhirnya, brand dengan berbagai tantangan yang dihadapinya harus hidup berdampingan dan saling melengkapi, mampu menawarkan inovasi dan diferensiasi terhadap target pasarnya dengan arah yang jelas, dan tetap berupaya menciptakan relevansi yang optimal. Layaknya sesosok manusia yang terus berdinamika seumur hidupnya, kita juga harus menindaklanjuti setiap brand yang kita bangun sebagaimana layaknya anak kita sendiri.

Pikirkan analogi berikut, mulailah membayangkan diri anda sebagai calon orangtua yang akan memiliki seorang anak dalam waktu sembilan bulan mendatang. Kita seringkali mulai merencanakan berbagai hal yang akan dilalui nantinya, dari edukasi, nilai-nilai keluarga yang akan ditularkan, hingga suatu keinginan atau cita-cita yang diharapkan dapat dicapai oleh sang anak di masa mendatang.

Setelahnya proses penamaan mulai dilakukan, di mana setiap pemilihan nama melalui sebuah proses yang terkadang menjadi rumit agar mampu menjadi representasi dari berbagai doa, dan cita-cita dari kita sebagai orangtua. Proses ini pun tidak berhenti setelah proses kelahiran, di mana kita harus menjaga dengan nilai-nilai yang dianut keluarga agar sang anak dapat tumbuh berkembang dengan optimal dan mampu bertahan sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman.

Jika kita lihat kembali analogi di atas, tidakkah Anda melihat persamaan dengan bagaimana kita membangun sebuah brand sejak awalnya? Bukankah proses formulasi diferensiasi, strategi pembangunan citra, hingga proses pe-namaan itu sama dengan layaknya kita mendoakan anak kita sejak dalam kandungan, memberinya nama, dan membangun citra melalui edukasi, hingga baju yang dikenakannya setiap hari?

Jadi, camkanlah bahwa tuntutan jaman terus berubah, dan layaknya kita menginginkan anak kita yang mampu mandiri dan meneruskan generasi ke tahap selanjutnya. Pemilik brand juga terus harus melakukan manajemen yang baik, inovasi yang berkesinambungan dan mampu menjadi bagian dari pada dunia yang telah dijelaskan sebelumnya secara harmonis, dan mampu menjadikan tantangan justru menjadi sebuah bentuk kekuatan.

*) DANIEL SURYA, Chairman dm IDHOLLAND & JEFFREY BUDIMAN, Managing Director dm IDHOLLAND Indonesia (sumber)


Baca Tips Penjualan dan Pemasaran di Ayopreneur